Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

Pria yang Jualan Kasur Sampai Malam Ini Malah Mau Menangis Saat Dihampiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Perjuangan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memang bukan hal mudah.


Terlebih para pedagang keliling, yang harus pergi ke beberapa tempat untuk menjajakan barang dagangan mereka.

Itu dialami oleh seorang pria penjual bantal dan kasur di Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Fotonya saat sedang berjualan malam-malam diviralkan oleh akun Instagram @rismatridiy.

Saat bertemu pada Rabu (11/1/2017) pukul 21.00, Risma melihat pria itu membawa kasur lipat.

Beberapa hari sebelumnya, ia juga pernah melihatnya tengah membawa bantal cukup banyak.

Yang membuat Risma terharu, pria itu masih mencari rezeki sampai malam hari. Saat Risma menghampirinya hendak memberi snack, lelaki itu justru ngos-ngosan dan terlihat menangis.

Berikut isi postingan Risma.

“Masih ingat dengan bapa yang jual bantal (saya pernah share di sini). Alhamdulillah tadi ketemu bapa ini di sekitaran daerah Cimahi (depan SDN Cimahi Mandiri 3). Subhanallah bapa ini masih berjuang bekerja padahal udah malem. Tadi sempet nyamperin buat ngasih sedikit minum sama cemilan buat si bapa dan pas disamperin bapanya lagi ngos-ngosan sambil kaya nangis (saya ga tahu jelas karena posisinya gelap banget dan bapa ngomong ga terlalu jelas karena bercampur ngos-ngosan).

Dulu pernah beli bantal di bapa ini dengan harga 25 ribu tapi tadi saya ga lihat bantalnya. Lihat dari wajah beliau kayanya udah cape banget sampai ngomong aja susah. Temen-temen yuk bantu repost dan bantu bapa ini. Setidaknya jika kita tidak membutuhkan barangnya kita membantu sedikit beban beliau. Semoga dagangan bapak laku dan bapak sehat selalu. Amin.”

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Risma membenarkan bila memang bertemu dengan lelaki penjual kasur dan bantal asal kecamatan Cihampelas itu. Kemungkinan, pria itu menangis karena kelelahan.

Meskipun belum terlalu tua, tetapi Risma salut dengan perjuangannya yang mencari rezeki sampai malam. Terlebih katanya, saat ini orang-orang pasti lebih memilih membeli kasur di mall.

Ia pun sering melihat lelaki itu berjalan jauh untuk menjual barang dagangannya.

“Kasihan banget. Jangankan dibeli, mungkin dilirik saja enggak. Saya lihat tiap ketemu hanya dua kasurnya tapi lumayan pasti berat dengan jarak jauh gitu. Dipake ongkos pulang aja pasti habis karena ga seberapa untungnya . Dia jual bantal 25.000 aja,” tutur Risma.

Sumber: tribunnews.com

Minggu, 15 Januari 2017

Ungkapan Jujur dari Seorang Anak, Renungan Untuk Para Orang Tua yang Kurang Memahami Anaknya

Kisah ini banyak beredar di social media. Seperti yang dilansir dari sayangianak.com terlepas kisah fiktif atau nyata dari cerita ini, tapi sangat bisa menjadi bahan renungan para orang tua.  Berikut kisahnya:


Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD tempat sekolah anak kami. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.

Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika, “Apa yang kamu inginkan?” Dika hanya menggeleng.

“Kamu ingin ibu bersikap seperti apa?,” tanya saya. “Biasa-biasa saja,” jawab Dika singkat.

Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.

Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.

Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (sangat cerdas) di mana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 – 160. Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (rata-rata cerdas).

Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.

Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika.

Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

KETIKA PSIKOLOG ITU MENULISKAN PERTANYAAN “AKU INGIN IBUKU :….”

Dika pun menjawab, “Membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja.”

Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana, diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN KERTAS BERTULISKAN “AKU INGIN AYAHKU …”

Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya “Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu”.

Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

KETIKA PSIKOLOG MENGAJUKAN PERTANYAAN “AKU INGIN IBUKU TIDAK …”

Maka Dika menjawab, “Menganggapku seperti dirinya.”

Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.

KETIKA PSIKOLOG MEMBERIKAN PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU TIDAK….”

Dika pun menjawab, “Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa.”

Tanpa disadari, orangtua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orangtua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orangtua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya.

Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.

KETIKA PSIKOLOG ITU MENULISKAN “AKU INGIN IBUKU BERBICARA TENTANG …..”

Dika pun menjawab, “Berbicara tentang hal-hal yang penting saja”.

Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

ATAS PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU BERBICARA TENTANG …..”,

Dika pun menuliskan, “Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahannya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku.”

Memang dalam banyak hal, orangtua berbuat benar tetapi sebagai manusia, orangtua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orangtuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN TULISAN “AKU INGIN IBUKU SETIAP HARI …..”

Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar, “Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku”.

Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.

SECARIK KERTAS YANG BERISI PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU SETIAP HARI….”

Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata, “Tersenyum.”

Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal senyum tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.

KETIKA PSIKOLOG MEMBERIKAN KERTAS YANG BERTULISKAN “AKU INGIN IBUKU MEMANGGILKU. …”

Dika pun menuliskan, “Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus”

Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata “Lanang” yang berarti laki-laki.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN TULISAN YANG BERBUNYI “AKU INGIN AYAHKU MEMANGGILKU ..”

Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu “Nama Asli”.

Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan “Paijo” karena sehari-hari Dika berbicara dalam bahasa Indonesia atau bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. “Persis Paijo, tukang sayur keliling,” kata suami saya.

Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan “To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice”, sebuah seruan yang mengingatkan bahwa “Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan”.

Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan.

Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orangtua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik. Semoga bermanfaat bagi kita semua, para orang tua dari putra/putri kita masing-masing.

Sumber: wajibbaca.com

Sabtu, 14 Januari 2017

Benar Apa Tidak..?? Hanya Satu Manusia Ini yang Mampu Hidup Meski Jantung Tidak Berdetak

Sebuah kisah yang dapat dijadikan sebuah motivasi untuk lebih tekun dalam beribadah.
Ada seseorang teman-teman sekalian, mengagetkan dunia kedokteran di timur tengah. Seorang pengusaha, dan masya allah dia punya keluarga yang sangat besar dia berpoligami punya istri empat, kemudian anaknya banyak, harta nya banyak, kemudian perusahaan yang dia tanggung lebih dari 20 perusahaan di bawah naungan dia,


Orang yang kaya raya. Subhanallah, suatu waktu di umur beliau 63 tahun dia datang periksa kedoketer karena merasa gak enak sesak nafas. Waktu di foto di ronsen tiba-tib dokter yang foto itu kaget, waktu dia selesai di ronsen dia katakana “mana tadi pasien yang di ronsen, mana pasien tadi”.

Padahal pasiennya masih duduk di depan. Pastikan pasien ini cari di ruang kematian. Gak mungkin secara ronsen sudah tidak bisa, jantungnya tidak berdetak. subahanallah pada saat di cek ternyata memang tidak berdetak.

Dokter ini tidak percaya di teriak dia mengatakan “ada orang mati baru di ronsen tetapi bernafas” dia telpon teman-teman spesialis nya kemudian teman-temannya pun datang. Kemudian di kasih lah gambar tersebut, lalu temannya mengatakan “mana jenazah ini ?” kata dokter yang pertama “ini bukan jenazah, ini orang nya lagi duduk”. Kaget dokter yang kedua.

Jantungnya tidak berdetak secara medis tidak mungkin bisa hidup. Kemudian di panggillah orang tadi “apakah ini punya anda “Tanya dokter. “iya ini punya saya”. Kemudian di cek lagi yang kedua kali dan benar. Dua dua dokter ini tau secara teoritis syok. Ini gak mungkin, ini orang mati ni, di pakai alat usg pun jantungnya tidak berdetak, kok bisa hidup, kok bisa ngobrol.

Telpon teman-temannya sampai dokter-dokter yang asli dari jazirah arab pun yang ada di eropa datang pada keesokan harinya. Untuk mengecek karna tidak percaya atas kejadian ini. Dan di cek ternyata benar.

Kemudian di telusurin, kira-kira bagaimana orang ini masih bisa bernafas. Si pasien ini mengatakan “ada apa sebenarnya ?” dia bilang orang seperti anda gak mungkon hidup, sudah mati. Lalu kata dia “apakah orang seperti saya jantung tidak berdetak bisa punya keluarga ?”. mereka bilang “mustahil”. Dia bilang “saya punya istri, dan saya melayani mereka. Apakah orang seperti saya bisa bekerja ?”. mereka bilang “mustahil”. “saya menaungi 20 perusahaan saya” . semua nya bisa berjalan, mereka gak percaya. Sampai datang soerang dokter yang senior dari german, lalu di cek di temukan ternyata di bagian bawah jantungnya ada urat-urat syaraf seperti terbuat secara alami dan mengalirkan darah-darah tertentu sehingga ada pompa nafas di situ.

Tidak ada di manusia lain Cuma di orang ini saja. Semua dokter mengatakan ini gak masuk di akal gak ada manusia seperti ini di dunia. Jantungnya sudah tidak bisa bergerak tapi masih bisa hidup karena dari rongga-rongga urat syaraf yang keluar itu bisa masuk udara oksigen dan terpompa akhirnya hidup dan hidupnya normal.

Subhanallah ini suatu keajaiban, lalu kemudian di tanggapi oleh seorang syekh yang memang teman dekat nya orang ini mengatakan “yang saya tau, orang ini tidak pernah ketinggalan puasa senin kamis, semua puasa sunah dan wajib di kerjakan, dan tidak pernah buka puasa sendiri pasti bukain puasa orang lain, tidak ada kegiatan social yang tidak dia ikuti, selalu berbakti kepada orang tuanya, selalu bersadakah”. Hidupnya sibuk dengan beribadah kepada Allah swt, Allah ciptakan urat syaraf khusus sehingga bisa memompa udara masuk ke jantungnya.

sumber : http://postshare.co.id/archives/58726

Salam Perpisahan Kekasih Korban STIP ini Viral, Bikin Netizen Banjir Air Mata, LDR-an Dunia Akhirat!

Menjalin hubungan asmara harus berjauhan itu bukan hal yang mudah.

Kangen dengannya sudah pasti ada.

Biasanya kalau sepasang kekasih sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship) akan melepas rindu dengan meluangkan waktu bertemu, atau sekedar video call dan telepon.


Itu jika LDR dengan kekasihmu yang berbeda kota, bagaimana jika berbeda dunia?

LDR dunia-akhirat?

Seperti kisah sedih yang diunggah oleh kekasih taruna korban STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Amirulloh Adityas Putra (19) ini.

mia dan amir

Amirah Islamie, kekasih Amir yang telah menjalin hubungan selama hampir tiga tahun.

Gadis cantik berkudung itu menumpahkan kesedihan atas kepergian kekasih hatinya ini melalui akun Instagram-nya.

Melalui tiga foto yang diunggahnya, gadis yang disapa Mia ini menuliskan caption yang membuat netizen banjir air mata.

“Aku sayang kamu.

Kamu hidup dan meninggal pun aku tetep sayang kamu.

Tenang ya sayang disana… kita ldr dunia akhirat.

Aku gaboleh nangis karna aku tau kalo aku nangis pasti kamu sedih.

Love you always

Dan

Ini foto trakhir ketemu,” tulis caption akun Instagram Mia @amirahislamie


“Manisnya aku..

Kesayangan akuuu..

Cintanya akuu

Makasih udah jadi temen hidup aku walaupun cuman 3tahun.

Sangat berarti buat aku.

Aku bakal kangen dan kunjungin kamu terus kalo aku di jakarta.

Gimana pun awal aku kaya gini berkat kamu juga.

Peran kamu sangat banyak dikuliah ku di hidupku.

Maafin aku ya.

Mohon doanya dan maafin kalo amir ada salah,” tulis caption dalam unggahan keduanya.

Dan unggahan tentang kekasihnya yang terakhir adalah saat Mia berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir kekasih yang ia sayangi itu.

Sumber: tribunnews.com

Orang Bekerja Siang Malam Supaya dapat Menyamakan Rejeki Rekannya, Mengapa Rejeki Orang Tidak Dapat Ditiru?

Orang bekerja siang malam supaya dapat menyamakan rejeki rekannya. Banyak yang menduga kalau dengan lakukan langkah orang lain, rejeki itu dapat didapatinya dengan sebanding. Tahukah, kalau rejeki tiap-tiap manusia itu tidak sama. Berikut penuturan seseorang filsuf besar Nusantara ; Ki Ronggowarsito. Yuk, kita renungkan…


Rejeki itu tidak dapat ditiru

Walau apa yang kau kerjakan sama

Walau jualanmu sama

Walau pekerjaanmu sama

Tetapi hasil yang kau terima akan tidak sama

Mungkin saja dapat tidak sama dalam banyak harta

Dapat pula dalam rasa serta ketentraman hati

Tersebut yang namanya kebahagiaan

Semuanya datang dari kasih sayang Gusti Yang Maha Kuasa

Siapa bersungguh-sungguh, akan berhasil

Siapa berani menempa jiwa dengan keprihatinan, akan temukan kemuliaan

Bukanlah banyak harta, tetapi keberkahanlah yang bikin cukup serta mencukupi

Telah diputuskan dalam takdirnya manusia kalau apa-apa yang bernama hidup itu telah dibekali dari yang maha kuasa

Jalan hidup serta rejeki telah ada begitu dekat, seperti angin yang kau hirup tiap-tiap harinya

Tetapi, kadang-kadang mata manusia silau serta gelap hatinya

Hingga suatu hal yang jauh dari dianya tampak jelas benderang serta melambai-lambai

Demikian sebaliknya, suatu hal yang begitu dekat serta jadi tanggung jawabnya, malah disia-siakan seperti tidak ada gunanya


Rejeki itu telah disiapkan Gusti, tidak bakal kurang terlebih habis bila cuma untuk memenuhi keperluan manusia dari lahir sampai ajal menjemput

Tetapi, bila untuk menuruti hasrat manusia yang tidak ada batasnya itu, semuanya merasa tidak cukup, bikin pikiran silang sengkarut serta hati
mati

Pesan orangtua, lakoni apa yang ada serta janganlah mengharapkan apa-apa yang belum ada

Terlebih hingga merebut hak orang lain lewat cara keji

Tunggulah saja bila hingga lakukan hal itu

Pasti bakal bikin hidupmu sakit, menanggung derita, serta terjadinya angkara murka dalam

keluarga

Pasrahkanlah jiwamu…

Bila memanglah telah jadi bagianmu, tentu akan datang

Semuanya akan pupus kembali pada yang semestinya

Bila rasa tentram itu cuma dapat dibeli dengan harta benda yang berlimpah

Alangkah susahnya orang yang miskin

Mujur, ketentraman itu dapat dimiliki oleh siapapun yang ingin mengendapkan batin lihat masalah duniawi

Jadilah orang yang sukai menolong orang lain serta menyerahkan hidup ini pada Gusti Allah, Gusti yang kuasai asal muasal kehidupan

translate jawa

(Rezeki iku ora isa ditiru. Senajan pada lakumu, Senajan pada dodolanmu,
Senajan pada nyambut gawemu. Kasil sing ditampa akan beda2….,
Isa beda neng akehe bandha, Isa uga ana nèng Rasa lan Ayemé ati,
Yaaa iku sing jenengé bahagia. Kabèh iku saka tresnane Gusti kang maha kuwasa…..,
Sapa teman akan tinemu, Sapa wani rekasa akan nggayuh mulya.
Dudu akehe, nanging berkahé kang dadekake cukup lan nyukupi…..
Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwasa.
Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,
Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,
Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå.

Rezeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora akan kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,
Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng fikiran ruwet, lan atiné gerami bundhet.

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dijalani lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké atimu, yèn wis dadi duwèkmu akan tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå dientèni waé, iku akan gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku akan sirnå balik dadi sakmestiné.

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé.
Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang Gusti Alloh)

Sumber : http://www.kabarterkinionline.com/

SUBHANALLAH!! ISTRI YANG MEMILIKI AKHLAK SEPERTI INI, LAYAK DIBERI GELAR SEBAGAI ISTRI IDAMAN...

Seseorang isteri dambaan mesti tahu makna intinya aqidah islamiyah yang shahihah, lantaran sah tidaknya satu amal tergantung pada benar serta tidaknya aqidah seseorang. Isteri dambaan yakni sosok yang senantiasa semangat dalam menuntut pengetahuan agama sampai dia dapat tahu beberapa pengetahuan syar’i baik yang berkaitan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah seperti semangatnya sebagian shahabiyah dalam menuntut pengetahuan agama Islam, mereka ajukan pertanyaan pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk singkirkan kebodohan mereka serta melaksanakan ibadah pada Allah di atas sinar pengetahuan.


Seperti cerita berikut ini :
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata : Pernah satu kali sebagian wanita berkata pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Kaum lelaki telah mengalahkan kami, jadi jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi juga menjanjikan satu hari dapat berjumpa dengan mereka, lantas Nabi berikan anjuran serta perintah pada mereka. Satu diantara perkataan beliau pada mereka yakni : “Tidaklah seseorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, terkecuali mereka sebagai penghambat baginya dari api nereka. Seseorang wanita ajukan pertanyaan : “Bagaimana apabila cuma dua? ” Beliau menjawab : “Juga dua. ” (HR. Al-Bukhari No 1010)

Seseorang isteri yang aqidahnya benar bakal tercermin dalam kelakuannya umpamanya :

Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.
Senantiasa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah pada
Rabbnya.
Mungkin saja contoh untuk wanita yang lain.

Akhlak Isteri Dambaan.

Berupaya berdasar teguh pada akhlak-akhlak Islami yakni : Ceria, pemalu, sabar, lembut papar katanya dan senantiasa jujur.

Sedikit bicara, tak sukai mengakibatkan kerusakan wanita lain, tak sukai ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).

Tak bercerita rahasia rumah tangga, satu diantaranya yakni jalinan suami isteri ataupun pertikaian dalam rumah tangga. Seperti sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yakni lelaki yang mencumbui isterinya serta isteri mencumbui suaminya lantas ia sebar luaskan rahasianya. ” (HR. Muslim 4/157)

Isteri dambaan di rumah suaminya Menolong suaminya dalam kebaikan. Yaitu kebaikan untuk seseorang isteri jika bisa mendorong suaminya untuk berbuat baik, umpamanya mendorong suaminya agar senantiasa ihsan serta berbakti pada ke-2 orang tuanya, seperti firman Allah Ta’ala, yang bermakna : “Kami perintahkan pada manusia supaya berbuat baik pada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah serta melahirkannya dengan susah payah. ” (Al Ahqaf 15)
Membantunya dalam menjalin jalinan baik dengan saudara-saudaranya.
Membantunya dalam ketaatan.

Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
Ekonomis serta pandai mengatur rumah tangga.
Bagus didalam mendidik anak.

Di dalam rumah, seseorang isteri yang shalehah mesti selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih apabila suaminya ada di sisinya jadi Islam demikian menyarankan untuk berhias dengan beberapa hal yang mubah sampai mengasyikkan hati suaminya.
Apabila keluar tempat tinggal, seorang isteri yang sholehah mesti memperhati-kan beberapa hal itu : Mesti minta izin suami, Mesti tutup aurat serta tak memerlihatkan perhiasannya, Tak memakai minyak wangi, Sedikit keluar terkecuali untuk maksud syar’i atau kebutuhan yang demikian mendesak.

Sumber : http://www.kabarterkinionline.com/

Jumat, 13 Januari 2017

Melihat Perjuangan Pria Ini untuk Sembuhkan Istrinya yang Sakit Kanker, Netizen Ikut Terharu dan Sedih

Setiap keluarga pasti berharap agar hidupnya bahagia dan selalu diberi kesehatan.

Namun manusia tak dapat menolak ketika ujian datang menimpa pada salah satu anggota keluarga.

Melihat Perjuangan Pria Ini untuk Sembuhkan Istrinya yang Sakit Kanker, Netizen Ikut Terharu dan Sedih

Hal itulah yang kini sedang dialami oleh pemilik akun Facebook Novan Dhuro dan istrinya.

Istri Novan didiagnosa dengan penyakit kanker dan kini sudah berada di stadium empat.

Di akun Facebooknya, Novan membuat beberapa status tentang kondisi istrinya.

Ia juga mengungkapkan bagaimana keinginannya agar sang istri bisa kembali sehat seperti semula.

Rupanya, status dan foto yang diunggah Novan telah menyentuh hati ribuan netizen.

Banyak yang terenyuh melihat perjuangannya agar sang istri bisa sembuh lagi.

“Di saat orang lain tidur lelap. Malam kujadikan siang. Aku selalu menjagamu wahai istriku. Lekas sembuh ya sayang,” tulis Novan, Selasa (3/1/2017).

“Malam kujadikan siang, pagi kujadikan sore. Selalu siaga buat istriku. Semoga hamba sehat selalu,” ia kembali membuat status pada Jumat (6/1/2017)

Tiga hari kemudian, ia membuat sebuah status yang menyebabkan siapa saja terhenyak ketika membacanya.

Ia mengaku siap menjual organ tubuh demi pengobatan sang istri.

“Nama: Novan. Usia: 35. Tidak cacat sehat jasmani dan rohani. Saya lagi butuh dana buat pengobatan istri saya, yang saat ini istri saya sakit kanker. Butuh penanganan lebih lanjut. Siap menjual anggota tubuh saya apa saja yang dibutuhkan. Call 081934938959,” ujarnya, Senin (9/1/2017).

Lalu pada Selasa (11/1/2017), Novan memohon doa dari netizen agar istrinya cepat sembuh.

“Istri saya kena sakit kanker lidah. Doakan istri saya lekas sembuh dari sakitnya dan diangkat penyakitnya. Semoga yang mendoakan diberikan kesehatan lahir batin dijauhkan dari sakit,” kata Novan.

Setelah kisahnya viral, Novan kembali membuat sebuah status yang menjelaskan bahwa pengobatan istrinya dapat dilanjutkan lagi. Ia membuat status itu pagi ini, Kamis (12/1/2017).

“Alhamdulilah ya Allah telah engkau limpahkan rahmat-Mu kepada keluarga hamba. Berkat bantuan teman-teman dan saudara-saudara semuanya akhirnya istri saya bisa melanjutkan pengobatnya. Yang sekarang ada d rumkit Sutomo IRD ya. Sekali lagi saya banyak berterimakasih buat kalian semua yang sudah membantu saya. Semoga amal kebaikan kalian semua diganti yang lebih besar dengan Allah SWT. Amin,” papar Novan.

sumber : http://postshare.co.id/archives/58538