Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

Micin Bikin Bodoh? Eits, Baca Dulu Fakta Sebenarnya!

Banyak orang mengira memakan micin adalah faktor utama untuk kebodohan seseorang. Mereka yang mengatakan hal tersebut mungkin saja orang tua yang mengetahui berita tersebut dari berita yang banyak memperbincangkan betapa bahayang micin untuk dikonsumsi. Seperti yang diketahui, micin atau atau MSG merupakan suatu bahan yang biasa digunakan untuk memasak. Micin ini biasanya bisa membuat makanan yang kita masak menjadi lebih sedap.


Namun beberapa orang menghindari menggunakan micin karena dipercaya bisa membawa pengaruh buruk untuk tubuh. Salah satunya adalah anggapan bisa membuat seseorang khususnya anak-anak menjadi bodoh. Tapi benarkah jika micin memang bisa berdampak buruk untuk otak kita?

Dirangkum dari banyak sumber, berikut fakta-fakta yang sebenarnya. Pertama, micin memang sering disebut membawa banyak hal buruk. Tak hanya membuat otak tumpul, micin juga disebut-sebut bisa menyebabkan kemandulan, obesitas, diabetes, sampai kanker. Pertanyaannya, jika memang micin seberbahaya itu, mengapa ia tetap dibiarkan beredar?

Tak seperti narkoba yang jelas dilarang, micin justru bisa dengan mudah dibeli di warung-warung dekat rumah. Fakta menarik lainnya adalah soal kebiasaan orang Jepang untuk menggunakan micin dalam masakan mereka. Padahal, kita tahu sendiri jika orang Jepang adalah orang-orang yang cerdas. Nah, sepertinya memang ada fakta soal micin yang jarang menjadi sorotan selama ini. Sering disebut berbahaya, lalu apa sih kandungan yang ada dalam sebungkus micin?

Ketahui bahwa micin sebenarnya mengandung zat yang sering disebut sebagai glutamat. Glutamat adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein. Selain membantu pengiriman sinyal-sinyal dalam otak, glutamat juga membantu fokus, ingatan, serta konsentrasi. Glutamat ternyata juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru. Selain itu, glutamat sendiri memang zat yang bisa membuat makanan menjadi lebih lezat.

Merupakan salah satu penyedap rasa alami, terdapat pada bahan makanan yang biasanya mengandung glutamat seperti misalnya tomat, jamur, keju, daging dan kecap. Selain itu, glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri, contohnya saja di dalam ASI. Memang, glutamat dalam kemasan micin bukan dihasilkan secara alami melainkan menggunakan mesin di pabrik. Tapi jangan salah sangka dahulu, penyedap rasa micin dalam kemasan, biasanya diproduksi dari tetes tebu atau tepung tapioka, yang produksinya sendiri dijalankan melalui fermentasi mikroba.

Fermentasi dengan mikroba adalah metode yang umum digunakan untuk mengolah makanan seperti tempe, keju, dan tape. Jadi dari segi bahan baku dan proses pembuatannya, micin aman untuk dimakan. Meski terdengar tidak berbahaya, tapi tetap saja akan menjadi berbeda jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin per harinya. Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tak melebihi 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.

Lalu berapakah rata-rata orang Indonesia dalam mengkonsumsi micin? Ternyata, per harinya orang Indonesia hanya mengkonsumsi sebanyak 0,65 gram. Jauh di bawah dari batas maksimal yang ditentukan. Jadi sebenarnya peluang kita untuk mengkonsumsi micin berlebihan kecil sekali. Dalam sebuah wawancara, ahli gizi dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi, mengungkap hal yang sama. Ia mengatakan jika mengkonsumsi micin tak akan membuat seseorang menjadi bodoh.

Hmm, bagaimana menurut kalian? Jelasnya boleh saja mengonsumsi micin, akan tetapi tetap jaga agar tidak berlebihan dan menimbulkan keburukan tertentu bagi tubuh ya. Stay healthy guys!

sumber : http://postshare.co.id/archives/60587

Kisah Sahabatnya Yang Tak Ingin Ditangisi Keadaannya, Wanita ini Curhat di Medsos, Bikin Netizen Haru

Mengingat kepergian sahat sejati untuk selamanya memang menyakitkan.


Hal itu seperti yang yang dirasakan oleh seorang pengguna Facebook bernama Idas Cheber Sihotang.

Di akaun Facebook-nya, ia membagikan kisah tentang sahabatnya sendiri yang berjuang melawan penyakit, hingga hkirnya menghembuskan nafas terakhir.

Postingan yang ditulis pada 17 Januari 2017 lalu itu kini sudah dibagikan oleh lebih dari 12 ribu pengguna facebook.

Pada tulisan tersebut, Idas menceritakan bahwa sahabatnya yang bernama Nova itu sedang sakit.

Ia juga tak boleh menceritakan tentang penyakit sahabatnya kepada orang lain.

Diketahui rupanya Nova sudah tiada sejak beberapa bulan lalu, namun entah mengapa Idas ingin menuliskan kisah perjuangan Nova di akun faceboknya.

“Heii syng.. msh bnyk yg bertnya tentang pnyakitmu.. dlu kamu blng ‘ klo ada yg tny gw sakit apa blng aja miom’, Jdnya setiap ada yg tanya ku jawab aja seperti maunya Nova Dina Rumphreys

Tiba2 jd mau bercerita ttng mu nov, tak apa yah syng, bnyak yg mengira kamu kena cancer ini dan itu .. Nova bukan kena cancer serviks jg..”

Idas pun menceritakan bahwa teman-teman Nova mengetahui penyakit Nova saat mereka akan membuat surprise untuk Nova.

Namun karena teman-temannya menangis, Nova pun sempat mengusir teman-temannya itu, bukan karena benci atau tidak suka.

Namun rupanya Nova tidak ingin teman temannya menangisi keadaanya itu.

“Bahkan temen2 deketnya tahu tgl 24112016 saat mreka tlp mama mau buat surprise ultah nova. Saat itu mreka nangis liat kondisi nova. Dan nova malah mengusirnya mreka plng, karena gak suka melihat mreka nangisin kondisinya… dan nov melarang keras teman2nya foto sama dia”

Idas pun menceritakan detik-detik Nova begitu tenang dan tetap tabah menahan dan berjuang melawan rasa sakitnya.

“tepat pas ulang tahunmu,

Kita berdoa, dan kamu minta di doakan supaya lekas sembuh,

“Bi doain aku spya cpt sembuh yah”

Kebetulan dari seminggu sblm dia ulang tahun nova udh di rawat rmh..

Saat mlm harinya masih di tgl yg sama di ultahnya nova dilarikan ke rs terdekat yg dibekasi.

Dikarenakan oksigen di rmh dikit lagi habis. Mau beli juga sudah larut, tdk ada yg jual.

Tumben2nya dua tabung untuk hari itu abis.. padahal siangnya baru refill.

Lalu seminggu kemudian, HB na turun lagi dan nova minta pindah rs yg biasa dia di rawat., entah kenapa darah yg nova butuhkan begitu lama datang, sampai2 nova tdk bisa menunggu lama.. dia terus2an kejang.. syng di hari terakhirnya gw ga ada dsana.. itu sih yg bikin gw nyesel senyesel2nya..

tgl. 02 11 16 Tuhan bner2 nyembuhin dan hilangin rasa sakit nova, walaupun udh ga bisa di tengah2 kita lagi.. Tuhan panggil nova di umur 24 tahun lebih 9 hari..”

Idas pun mengatakan bahwa dia sangat rindu berat dengan Nova, segala cara dilakukannya untuk mengobati rasa rindunya.

Bahkan Idas tidur di ranjang milik sahabatnya dan menciumi bantalnya.

Ia juga sesekali mengunjungi pusara Nova.

“Padahal kita temen berantem lho nov..

menganggap sdng LDRAN samamu lho..

LDRAN na ga enak bgd..

Dlu gw udh terbiasa LDRAN bertahun2 Pon,,

Tapi rsa rindunya gak bikin senyesek ini lho..

Kalo rindu cuma bisa berdoa, supaya sampai kekamu, tdur di tmpat tdurmu, cium2 bantal mu sama ke tempat kamu dikebumikan.. tetep aja msh rindu… uhffffffff…

Pasti klo lo ada lo blng “paoook bgd sih lu brot, lebay tau”

sumber : http://postshare.co.id/archives/60756

Pria yang Jualan Kasur Sampai Malam Ini Malah Mau Menangis Saat Dihampiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Perjuangan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memang bukan hal mudah.


Terlebih para pedagang keliling, yang harus pergi ke beberapa tempat untuk menjajakan barang dagangan mereka.

Itu dialami oleh seorang pria penjual bantal dan kasur di Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Fotonya saat sedang berjualan malam-malam diviralkan oleh akun Instagram @rismatridiy.

Saat bertemu pada Rabu (11/1/2017) pukul 21.00, Risma melihat pria itu membawa kasur lipat.

Beberapa hari sebelumnya, ia juga pernah melihatnya tengah membawa bantal cukup banyak.

Yang membuat Risma terharu, pria itu masih mencari rezeki sampai malam hari. Saat Risma menghampirinya hendak memberi snack, lelaki itu justru ngos-ngosan dan terlihat menangis.

Berikut isi postingan Risma.

“Masih ingat dengan bapa yang jual bantal (saya pernah share di sini). Alhamdulillah tadi ketemu bapa ini di sekitaran daerah Cimahi (depan SDN Cimahi Mandiri 3). Subhanallah bapa ini masih berjuang bekerja padahal udah malem. Tadi sempet nyamperin buat ngasih sedikit minum sama cemilan buat si bapa dan pas disamperin bapanya lagi ngos-ngosan sambil kaya nangis (saya ga tahu jelas karena posisinya gelap banget dan bapa ngomong ga terlalu jelas karena bercampur ngos-ngosan).

Dulu pernah beli bantal di bapa ini dengan harga 25 ribu tapi tadi saya ga lihat bantalnya. Lihat dari wajah beliau kayanya udah cape banget sampai ngomong aja susah. Temen-temen yuk bantu repost dan bantu bapa ini. Setidaknya jika kita tidak membutuhkan barangnya kita membantu sedikit beban beliau. Semoga dagangan bapak laku dan bapak sehat selalu. Amin.”

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Risma membenarkan bila memang bertemu dengan lelaki penjual kasur dan bantal asal kecamatan Cihampelas itu. Kemungkinan, pria itu menangis karena kelelahan.

Meskipun belum terlalu tua, tetapi Risma salut dengan perjuangannya yang mencari rezeki sampai malam. Terlebih katanya, saat ini orang-orang pasti lebih memilih membeli kasur di mall.

Ia pun sering melihat lelaki itu berjalan jauh untuk menjual barang dagangannya.

“Kasihan banget. Jangankan dibeli, mungkin dilirik saja enggak. Saya lihat tiap ketemu hanya dua kasurnya tapi lumayan pasti berat dengan jarak jauh gitu. Dipake ongkos pulang aja pasti habis karena ga seberapa untungnya . Dia jual bantal 25.000 aja,” tutur Risma.

Sumber: tribunnews.com

Foto Jasad Mama Muda Bersama Bayi Kembarnya Jadi Viral, Ternyata Mengalami Hal yang Menjengkelkan Saat Akan Bersalin

Kisah mama muda meninggal dunia dengan dua bayi kembar yang ada di janinnya picu kegeraman netizen.


Betapa tidak, keluarganya mengklaim bahwa penyebab kematian wanita itu dikarena reaksi lambat dari rumah sakit.

Kejadian sewaktu wanita membutuhkan bantuan medis membuat netizen geram bukan kepalang.

Baru-baru ini seperti dilansir dari viral4real, sebuah foto menunjukkan jenzah tiga manusia.

Pertama ada seorang wanita.

Dia terbaring dalam peti mati bersama dua bayi yang masih sangat kecil.

Kejadian itu berawal ketika Chiely Mae Geronca Yulo datang ke rumah sakit di wilayah Filipina.

Kala itu dirinya diantara beberapa anggota keluarga dan sanak saudara.

Saat itu, kandungan dari Chiely sudah bereaksi.

Keluarga berpikir bahwa perempuan itu akan melahirkan.

Chiely yang tak bisa berdiri, lantas dibawa ke unit gawat darurat.

Namun, kala itu Chiely tak langsung ditangani petugas medis.

Chiely hanya berdiam diri di ruang gawat darurat.

Padahal kondisinya sudah sangat darurat.

Keluarga mencoba meminta agar Chiely segera ditangani.

Namun respon petugas medis tak disangka.

Mereka mengiyakan permintaan itu.

Tapi perawat dan dokter mendahulukan pasien lain.

Dokter berdalih bahwa pasien yang didahulukan itu mendapar nomor antrean lebih dulu dibanding Chiely.

Walhasil, setelah menunggu lama, nyawa Chiely tak bisa diselamatkan. Pun dengan bayi kembar, Mateo dan John Miguel.

Akibat dari itu, banyak netizen yang menyalahkan prosedural dari rumah sakit tersebut.

Bahkan banyak yang menyebut bahwa itu ialah kelalaian medis.

Sampai saat ini keluarga masih memperjuangkan keadilan dengan menuntut pihak rumah sakit.

Bahkan mereka menuntut keadilan pada Presiden Rodrigo Duterte.

Sumber: tribunnews.com

Wanita Ini Cemburu Gila Gara-gara Sahabat Melakukan Hal Ini, Wajah Sahabatnya Pun Malah Jadi Begini

Gara-gara iri dan cemburu seorang perempuan tega menyerang sahabatnya sendiri. Dia merasa cemburu karena wajah sahabatnya bertambah cantik setelah melakukan operasi bedah plastik.


Pelaku menyerang korban dengan mencederai wajah sahabatnya, hingga mengakibatkan luka parut. Korban yang bernama Tian mengatakan jika temannya, Hu, adalah sahabat yang tinggal satu rumah dengannya sejak lima tahun yang lalu.

Namun Hu merasa iri dan cemburu dengan penampilan barunya setelah menjalani operasi bedah plastik. Tian mengklaim Hu sengaja melakukan serangan tersebut agar dia menjalani operasi bedah plastik lagi.

Sebelum kejadian, Tian baru menjalani operasi bedah plastik di Hangzhou, China. Untuk permak wajahnya, Tian menghabiskan dana sebanyak Rp 114 juta.

Sebelum kejadian, Tian baru menjalani operasi bedah plastik di Hangzhou, China. Untuk permak wajahnya, Tian menghabiskan dana sebanyak Rp 114 juta.

Perempuan yang berasal dari Guizhpu ini menambahkan, selepas menjalani operasi bedah plastik itu wajahnya menjadi lebih cantik.

Dia senang karena sekarang memiliki mata yang bundar, hidung yang tinggi dan wajah yang putih.

Namun, Hu telah membuat wajahnya yang cantik itu mengalami luka parut yang serius. ” Dia tua dan bo***,” teriak Tian dalam keadaan marah saat diwawancarai stasiun televisi lokal.

Sementara itu, Hu mengaku Tian juga telah menyebabkan cedera di bagian muka, leher dan dadanya.

” Aku marah dan menyerangnya karena dia mengejekku miskin,” katanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan saat ini sedang dalam penyelidikan aparat berwenang.

Sumber: dream.co.id

Senin, 23 Januari 2017

MERINDING!! Tempat Ini Dijadikan Peternakan Mayat untuk Tujuan Seperti Ini... Berani Baca!!

Seandainya mendengar kata “peternak”, yang terbesit dipikiran tentu adalah sekumpulan jenis-jenis hewan. Namun hal ini justru berbeda saat anda mengunjungi peternakan yang berada di Texas.


Ditempat peternakan itu bernama Freeman Ranch. Freeman Ranch sendiri adalah sebuah wilayah seluas 3.500 hektare yang digunakan sebagai tempat peternakan mayat.

Bukan tanpa tujuan, adanya pembangunan peternakan mayat di antara San Marcos dan Wimberley, Texas ini adalah untuk penelitian, lebih tepatnya pusat antropologi forensik para peneliti di Texas State University, melansir Tribuntravel.com.


Ditempat ini, mayat-mayat tersebut akan digunakan sebagai materi penelitian untuk memahami lebih lanjut proses dekomposisi (pembusukan) dan membantu investigasi forensik pada kasus kriminal.Untuk mayatnya sendiri merupakan mayat yang disumbangkan, atau mayat tanpa identitas.


Selain meneliti proses dekomposisi, para ilmuwan juga mengidentifikasi penyebab kematian, termasuk mati akibat dehidrasi atau kepanasan yang setiap tahun terjadi di perbatasan di Texas.Freeman Ranch merupakan tempat penelitian mayat yang penting.

Bahkan tempat ini juga menjadi lembaga penelitian terkemuka dan terbesar ke-5 di dunia.
Meski disimpan di peternakan, namun kebersihan juga diperhatikan oleh para peneliti. Sebelum menyimpan mayat ke peternakan, para peneliti lebih dahulu membersihkan dan mengklasifikasikan mayat baru.


Sesudah itu barulah mayat tersebut disimpan, dan dibiarkan di tempat terbuka hingga hewan liar bisa merusaknya.Satu hal lagi, ternyata, peternakan mayat ini boleh dikunjungi lho. Nah hayo siapa yang berminat datang ke sini?

sumber : http://www.beradab.com/2017/01/merinding-tempat-ini-dijadikan.html#

Jumat, 20 Januari 2017

Wanita Ini Menderita Luka Bakar Yang Sangat Serius, kemudian Dokter Menempelkan "Sisik Ikan" Di Atas Luka.! Dan Keajaiban Pun Terjadi

Wow ajaib banget! Cepet pulih ya Silva!
Sobat Cerpen pasti tahu kalau luka bakar itu nggak mudah hilang dan lukanya susah sembuh. Bahkan sangat mungkin kalau luka bakar ini nggak ditangani, berujung buruk. Maria Ines Candido da Silva yang berumur 36 tahun adalah seorang pelayan di restoran. 



Karena kecelakaan, gas di tempat dia bekerja meledak dan mengakibatkan Maria mengalami luka bakar yang cukup serius. Lengan, leher, dan wajahnya penuh luka bakar. Tapi dokter yang merawatnya tidak menggunakan perban atau peralatan tradisional lainnya, melainkan menggunakan bahan yang unik dan berbeda untuk mengobati luka bakarnya.

Ketika Silva mengalami kejadian ini, rumah sakit tempat dia berobat tepat sedang mencoba cara pengobatan yang baru. Di salah 1 sungai di negara mereka, Brazil, ada seekor ikan yang dikenal dengan nama Tilapia Fish. Ikan jenis ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan kulit ikan ini mampu mengurung kadar air yang cukup banyak dibawahnya. Sebenarnya bahan natural seperti ini sangat berguna untuk mengobati luka bakar.


Akhirnya dengan teknik tertentu, para dokter berhasil mengambil hanya sisik ikan setelah membuang daging dan kandungan dibawah kulit lainnya, menambahkan obat di bawah sisik ikan itu, dan menempelkannya di tempat yang terkena luka bakar. Sisik-sisik ini kemudian dikompres dan digunakan dalam bentuk kotak-kotak kecil berukuran 10x20 cm.

Para dokter menempelkan sisik ikan yang sudah diproses ke tempat luka Silva dan diganti beberapa kali dalam 20 hari ke depan. Proses ini menyakitkan, tapi bisa terlihat lukanya bisa sembuh dengan cukup cepat.

Cara pengobatan ini pastinya terdengar aneh. Silva mengaku kalau awalnya dia merasa sangat sakit. Dia hampir kehilangan harapan hidup. Tapi setelah diobati dengan cara ini, dia mengaku pengobatan ini sangat efektif. Dia bahkan mengatakan tidak akan ragu-ragu mendukung cara pengobatan ini untuk membantu orang-orang yang mengalami nasib sama dengannya.

Awalnya Silva merasa sangat menderita tapi setelah dokter meletakkan sisik ikan ini ke atas lukanya, rasa sakitnya langsung berkurang. Melihat sisik yang ada di tubuhnya, dia merasa seperti makhluk-makhluk dalam dongeng.


11 hari setelah pengobatan ini, sisik ikan itu dilepas dan lukanya sudah hampir sembuh. Hanya saja karena luka di bagian tangan Silva lebih parah, pengobatan ini masih harus dilanjutkan di bagian itu. Setiap kali sisik ikan ini harus diganti, dokter selalu menggunakan Vaseline untuk mengurangi rasa sakit waktu sisik itu diangkat.

Di tahun Oktober, Silva adalah satu satunya orang yang menjalani pengobatan dengan metode ini. Sampai sekarang, sudah ada 50 orang yang diobati dengan cara yang sama.

Wah ternyata ada juga ya pengobatan dengan cara ini. Unik banget! Memang di dunia ini masih banyak bahan-bahan natural yang bisa dipakai untuk pengobatan ya!

sumber : http://www.merdekasiana.com/2017/01/wanita-ini-menderita-luka-bakar-yang.html

Selasa, 17 Januari 2017

Cewek Berteduh saat Hujan, Coba Tebak Ulah Memalukan Bapak Ini... Sangat Mengejutkan!!

Musim hujan masih melanda Indonesia hingga saat ini.
Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati ketika sedang di luar rumah.
Jangan lupa membawa jas hujan bagi para pengendara motor.


Apabila hujan sangat deras lebih baik berteduh.
Carilah tempat yang aman untuk berteduh ketika hujan.
Mungkin video berikut ini bisa memberi kalian peringatan, terutama untuk pada wanita.
Salah satu akun Facebook bernama Kumpulan Berbagai Macam Video mengunggah sebuah video.

Video tersebut telah diunggah pada 13 Januari 2017 dan dilihat sebanya 15 ribu Tayangan.
Dalam caption video tersebut si admin akun menulis seperti ini:

"Coba tebak bapak ini mau ngapain..??"
Dalam video tersebut nampak terlihat ada seorang bapak bertopi yang sedang duduk di lantai.

Di depannya ada seorang wanita berjaket merah sedang berdiri dan memakai helm.
Karena sedang hujan mungkin wanita tersebut berteduh di sana.
Terlihat jalanan juga masih diguyur air hujan dan pengendara motor yang lewat juga memakai jas hujan.

Wanita ini tidak sadar dengan apa yang sedang dilakukan bapak yang duduk di belakangnya.

Karena asik dengan ponselnya, sang wanita tidak sadar bahwa dia sedang diperhatikan oleh bapak bertopi itu.

Terlihat bapak itu terus memperhatikan si wanita yang berdiri di depannya.
Kemudian tiba-tiba sang bapak mendekati wanita itu dari belakang dan melakukan hal ini.
Wanita berjaket merah tidak sadar dirinya sedang 'diganggu'.
Namun sayangnya, seseorang yang sedang merekam kejadian itu juga tidak menegur.
Ini adalah sebuah peringatan untuk kalian yang ingin berteduh saat hujan.
Perhatikan tempat berteduhnya dan orang-orang yang berteduh.
Saat hujan, keadaan bahaya juga tidak hanya mengintai kita saat di jalan.
Tapi juga di tempat kita berteduh kala hujan.

Lihat videonya berikut ini:


sumber : http://www.beradab.com/2017/01/cewek-berteduh-saat-hujan-coba-tebak.html#

Senin, 16 Januari 2017

Pengakuan Mengejutkan Wanita Asal Sukabumi yang Naik Motor Tanpa Busana di Pontianak

Rusniati alias Dona, wanita cantik asal Sukabumi yang bikin geger kendarai sepeda motor tanpa busana berikan pengakuannya.


Dilaporkan Madrosid, Wartawan Tribun Pontianak (Tribunnews Network), Kepala Divisi Pengamanan Bandara Internasional Bandara, Zulbrito mengungkapkan beberapa hal terkait wanita yang nekat kendarai sepeda motor di area Bandara Supadio Pontianak tanpa busana.

Dona menggunakan sepeda motor merek Yamaha Soul dengan nomor polisi KB 5925 Zulbrito menduga wanita tersebut gangguan psikis.


"Kemungkinannya memang mengalami gangguan psikis, kasihan memang. Namun pihak polsek sudah mengupayakan terbaik," ujarnya.

Hal senada Kapolsek Bandara Fira Meydar Hasan.

Menurutnya saat diajak komunikasi wanita tersebut beri tanggapan yang mengejutkan.
"Kemarin saat kita mintai keterangan, orangnya agak hilang. Komunikasi tidak nyambung saat ditanya," katanya.

Selain itu sempat terungkap dari Dona kalau dalam dua bulan terakhir ini ia merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas.

Terindikasi gangguan psikis, ketakutan yang tak jelas, bicara ngelantur inikah yang melatarbelakangi Dona melakukan hal tak lazim tersebut?
Berkendara tanpa menggunakan sehelai benangpun.

Sebelumnya, pihak Polsek Bandara Supadio sempat mengamankan wanita pengendara motor soul tanpa busana ini, saat berada di area Bandara internasional Supadio.
Minggu (15/1/2017) sekitar pukul 12.50 WIB Dona mengendarai sepeda motor menggunakan baju terusan dengan penutup kepala.

Di jalan baju tersebut dilepas sehingga ia yang tak menggunakan pakaian dalam bikin heboh pengendara jalan.

Tak sedikit yang merekam kejadian tersebut lalu jadi viral di YouTube, Facebook serta media sosial lainnya. (*)

sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2017/01/16/pengakuan-mengejutkan-wanita-asal-sukabumi-yang-naik-motor-tanpa-busana-di-pontianak

Minggu, 15 Januari 2017

Ungkapan Jujur dari Seorang Anak, Renungan Untuk Para Orang Tua yang Kurang Memahami Anaknya

Kisah ini banyak beredar di social media. Seperti yang dilansir dari sayangianak.com terlepas kisah fiktif atau nyata dari cerita ini, tapi sangat bisa menjadi bahan renungan para orang tua.  Berikut kisahnya:


Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD tempat sekolah anak kami. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.

Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika, “Apa yang kamu inginkan?” Dika hanya menggeleng.

“Kamu ingin ibu bersikap seperti apa?,” tanya saya. “Biasa-biasa saja,” jawab Dika singkat.

Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.

Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.

Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (sangat cerdas) di mana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 – 160. Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (rata-rata cerdas).

Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.

Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika.

Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

KETIKA PSIKOLOG ITU MENULISKAN PERTANYAAN “AKU INGIN IBUKU :….”

Dika pun menjawab, “Membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja.”

Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana, diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN KERTAS BERTULISKAN “AKU INGIN AYAHKU …”

Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya “Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu”.

Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

KETIKA PSIKOLOG MENGAJUKAN PERTANYAAN “AKU INGIN IBUKU TIDAK …”

Maka Dika menjawab, “Menganggapku seperti dirinya.”

Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.

KETIKA PSIKOLOG MEMBERIKAN PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU TIDAK….”

Dika pun menjawab, “Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa.”

Tanpa disadari, orangtua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orangtua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orangtua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya.

Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.

KETIKA PSIKOLOG ITU MENULISKAN “AKU INGIN IBUKU BERBICARA TENTANG …..”

Dika pun menjawab, “Berbicara tentang hal-hal yang penting saja”.

Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

ATAS PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU BERBICARA TENTANG …..”,

Dika pun menuliskan, “Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahannya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku.”

Memang dalam banyak hal, orangtua berbuat benar tetapi sebagai manusia, orangtua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orangtuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN TULISAN “AKU INGIN IBUKU SETIAP HARI …..”

Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar, “Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku”.

Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.

SECARIK KERTAS YANG BERISI PERTANYAAN “AKU INGIN AYAHKU SETIAP HARI….”

Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata, “Tersenyum.”

Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal senyum tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.

KETIKA PSIKOLOG MEMBERIKAN KERTAS YANG BERTULISKAN “AKU INGIN IBUKU MEMANGGILKU. …”

Dika pun menuliskan, “Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus”

Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata “Lanang” yang berarti laki-laki.

KETIKA PSIKOLOG MENYODORKAN TULISAN YANG BERBUNYI “AKU INGIN AYAHKU MEMANGGILKU ..”

Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu “Nama Asli”.

Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan “Paijo” karena sehari-hari Dika berbicara dalam bahasa Indonesia atau bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. “Persis Paijo, tukang sayur keliling,” kata suami saya.

Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan “To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice”, sebuah seruan yang mengingatkan bahwa “Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan”.

Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan.

Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orangtua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik. Semoga bermanfaat bagi kita semua, para orang tua dari putra/putri kita masing-masing.

Sumber: wajibbaca.com

Jangan Sembarangan Kasih Love Foto Suami Orang, Kalau Gak Mau Nasib Kamu Seperti Ini. Lihat Akibatnya

Bagi pengguna media sosial, memberikan tanda ‘like’ ataupun ‘love’ merupakan hal yang sering terjadi. Namun, kejadian yang akan dibahas berikut ini memperlihatkan kita bahwa ternyata kita tidak bisa sembarangan memberikan tanda ‘love’ pada foto seseorang.


Ya, hanya karena memberikan tanda itu, seorang pengguna Facebook mendapat masalah.

Melansir RancahPost.co.id, berawal dari seorang pengguna wanita memberikan icon love pada foto seorang lelaki. Tak lama setelah itu, tiba-tiba ia mendapat Messenger dari seorang wanita yang tak lain adalah istri dari lelaki tersebut.

Dalam percakapan itu, si istri mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan dirinya tidak terima dengan icon love wanita tersebut.

“Eh qmu sapa nglove foto laki org,tuh foto g*ry yans*n,kekijilan anak kecil…,klo pina kya si bupati tu..” tanya si istri geram.

Wanita yang tak diketahui namanya itu pun langsung menjawab, “Laki qmu yg mana??? Emang aq sma laki qm ada hubungan apa smpai qm marah???

“Trus ngapain qmu love fotonya, org gila ja nglove fto laki2 yg gk dkenal.” lanjut si istri.

Dengan bersikap tenang, wanita itu menjelaskan kenapa dirinya memberikan tanda emoticon tersebut.

“Mba orang ksh like love bkan berarti orang suka sma suami mba, orang ksh like love cma sbtas menyukai potonya aj, trus klo cwo yg kasih like love k pto suami mba brarti mba anggap suami mba homo dong yah sma tuh cwo… prasaan saya kasih like k poto suami mba cuma 1 aja.. Prasaan saya ksh like love bkn k cwo aja tapi k cwe ato pun cwo sama aja, klo mba mrasa buruan krena org ksh like love mending mba jngan suruh suami mba main fb,” jawabnya panjang.

Namun lagi-lagi, si istri mengeluarkan kata-kata yang sengit. Seakan benar-benar tidak terima. Tetapi oleh si wanita, ia pun meminta maaf atas kesalahannya yang telah memberikan tanda emoticon love.

“Ya klo saya salah saya minta maaf yh mba, nanti suaminya saya blokir dari petemanan saya.”

Bagaimana tanggapanmu?

Sumber: palingseru.com

Sabtu, 14 Januari 2017

Benar Apa Tidak..?? Hanya Satu Manusia Ini yang Mampu Hidup Meski Jantung Tidak Berdetak

Sebuah kisah yang dapat dijadikan sebuah motivasi untuk lebih tekun dalam beribadah.
Ada seseorang teman-teman sekalian, mengagetkan dunia kedokteran di timur tengah. Seorang pengusaha, dan masya allah dia punya keluarga yang sangat besar dia berpoligami punya istri empat, kemudian anaknya banyak, harta nya banyak, kemudian perusahaan yang dia tanggung lebih dari 20 perusahaan di bawah naungan dia,


Orang yang kaya raya. Subhanallah, suatu waktu di umur beliau 63 tahun dia datang periksa kedoketer karena merasa gak enak sesak nafas. Waktu di foto di ronsen tiba-tib dokter yang foto itu kaget, waktu dia selesai di ronsen dia katakana “mana tadi pasien yang di ronsen, mana pasien tadi”.

Padahal pasiennya masih duduk di depan. Pastikan pasien ini cari di ruang kematian. Gak mungkin secara ronsen sudah tidak bisa, jantungnya tidak berdetak. subahanallah pada saat di cek ternyata memang tidak berdetak.

Dokter ini tidak percaya di teriak dia mengatakan “ada orang mati baru di ronsen tetapi bernafas” dia telpon teman-teman spesialis nya kemudian teman-temannya pun datang. Kemudian di kasih lah gambar tersebut, lalu temannya mengatakan “mana jenazah ini ?” kata dokter yang pertama “ini bukan jenazah, ini orang nya lagi duduk”. Kaget dokter yang kedua.

Jantungnya tidak berdetak secara medis tidak mungkin bisa hidup. Kemudian di panggillah orang tadi “apakah ini punya anda “Tanya dokter. “iya ini punya saya”. Kemudian di cek lagi yang kedua kali dan benar. Dua dua dokter ini tau secara teoritis syok. Ini gak mungkin, ini orang mati ni, di pakai alat usg pun jantungnya tidak berdetak, kok bisa hidup, kok bisa ngobrol.

Telpon teman-temannya sampai dokter-dokter yang asli dari jazirah arab pun yang ada di eropa datang pada keesokan harinya. Untuk mengecek karna tidak percaya atas kejadian ini. Dan di cek ternyata benar.

Kemudian di telusurin, kira-kira bagaimana orang ini masih bisa bernafas. Si pasien ini mengatakan “ada apa sebenarnya ?” dia bilang orang seperti anda gak mungkon hidup, sudah mati. Lalu kata dia “apakah orang seperti saya jantung tidak berdetak bisa punya keluarga ?”. mereka bilang “mustahil”. Dia bilang “saya punya istri, dan saya melayani mereka. Apakah orang seperti saya bisa bekerja ?”. mereka bilang “mustahil”. “saya menaungi 20 perusahaan saya” . semua nya bisa berjalan, mereka gak percaya. Sampai datang soerang dokter yang senior dari german, lalu di cek di temukan ternyata di bagian bawah jantungnya ada urat-urat syaraf seperti terbuat secara alami dan mengalirkan darah-darah tertentu sehingga ada pompa nafas di situ.

Tidak ada di manusia lain Cuma di orang ini saja. Semua dokter mengatakan ini gak masuk di akal gak ada manusia seperti ini di dunia. Jantungnya sudah tidak bisa bergerak tapi masih bisa hidup karena dari rongga-rongga urat syaraf yang keluar itu bisa masuk udara oksigen dan terpompa akhirnya hidup dan hidupnya normal.

Subhanallah ini suatu keajaiban, lalu kemudian di tanggapi oleh seorang syekh yang memang teman dekat nya orang ini mengatakan “yang saya tau, orang ini tidak pernah ketinggalan puasa senin kamis, semua puasa sunah dan wajib di kerjakan, dan tidak pernah buka puasa sendiri pasti bukain puasa orang lain, tidak ada kegiatan social yang tidak dia ikuti, selalu berbakti kepada orang tuanya, selalu bersadakah”. Hidupnya sibuk dengan beribadah kepada Allah swt, Allah ciptakan urat syaraf khusus sehingga bisa memompa udara masuk ke jantungnya.

sumber : http://postshare.co.id/archives/58726